Jumat, 01 Januari 2010

Peperangan Politik dalam Media Internet

Perbedaan faham dalam berbaagai kepentingan adalah suatu yang wajar. Apalagi ketika perbedaan faham tersebut telah menciptakan blog-blog baru dalam tataran sosial masyarakat. Faham-faham baru yang saling tidak ingin disamakan satu sama lain. Dengan bahu-membahu mengangkat tinggi-tinggi kepentingan golongan. Bagaimana cara mengusung semua hal tersebut ? Jelas dengan cara mencari sebanyak-banyaknya melalui kampanye.

Menurut Dan Nimmo (2000), ada tiga jenis kampanye. Yaitu: kampanye massa, kampanye antarpribadi dan kampanye organisasi. Kampanye massa meliputi kampanye tatap muka, menggunakan media elektronik dan cetak sebagai perantara seperti radio, televisi, telepon dan suratkabar. Kampanye antarpribadi menggunakan pribadi yang dekat dengan kandidat atau menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh lokal dalam setting yang relatif informal. Sedang kampanye organisasional, dilakukan oleh organisasi yang mendukung kandidat, organisasi yang mempunyai kepentingan khusus, kelompok penyokong dan partai politik.

Di era informasi sekarang ini,konflik perang pendapat tidak hanya terjadi didunia nyata. Di dunia maya (internet) telah lama menjadi lahan perang berbagai macam kepentingan politik. Mulai dari hal-hal yang sepele dalam sekala komunitas,sampai dengan konfrontasi nuklir pun digelar disini. Sebenarnya penggunaan media internet dalam dunia politik telah lama terjadi ketika system internet dikenal didunia. Akan tetapi baru merebak ketika capres Barrac Obama menggunakannya dalam kampanye uniknya.yang menggunakan salah satu jejaring sosial. Dan disinyalir karena gaya kampanye yang baru itu membuat rating Obama meningkat tajam serta menyumbang banyak suara dalam kemenangannya atas John McCain.

Dengan perkembangan masayarakat modern yang semakin gandrung menggunakan media ini,tak heran jika perkembangannya sangatlah pesat. Dan hal inilah yang membuat peluang terjdinya keterbukaan masalah bagi tiap-tiap individu yang ada didalamnya. Individu-individu yang sepaham akan lebih mudah mendapatkan kawan seperjuangannya. Dengan demikian akan lebih mudah membentuk kelompok. Kelompok lain yang dianggap tidak sepihak/sependapat dianggap musuh. Hal ini jelas tanpak dalam Group-group khusus dalam jejaring sosial seperti Facebook,Twitter,Blogger dll.

Kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya pun terlihat sederhana,dari mulai membahas apa yang harus dikerjakan,sampai memperolok kelompok-kelompok lain. Meskipun didalam peraturannya dilarang membahas Ras,Agama,atau Golongan, tapi masih bayak ditemukan hal-hal tersebut. Kebiasaan ini seperti biasa saja berlalu,tampa disadari bahwa aka nada sesuatu yang akan tibul dari kegiatan ini.kebencian akan sedikit-demi sedikit menggerogoti kedamaian dunia ini.

Seperti yang terjadi pada salah satu situs perdebatan yang ramai dikunjungi penjelajah internet yang didalamnya banyak perdebatan yang terasa panas ditelinga masing masing pihak.tidak segan kalimat-kalimat teoritis yang diselingi kata-kata kotor meluncur melalui posting yang terkirim didalamnya. Coba saja kunjungi sebuah websait tempat perdebatan masyarakat dunia yakni topix.com. Yang masih panas membahas konfrontasi Malaysia vs Indonesia. Beribu-ribu postingan dari masyarakat kedua Negara yang berdampingan ini saling mencari siapa yang salah dan benar. Seperti yang sudah diullas diatas, mereka tidak hanya saling mendukung masing-masing Negara. Tidak ayal kata-kata kotor yang menjurus pada sara meluncur deras. Seandainya mereka benar-benar bertemu didunia nyata,mungkin peperangan yang sebenarnya (fisik) akan benar-benar terjadi.

Hal ini bisa saja sesuatu pemainan yang sengaja dihembuskan untuk menaikkan rating golongan-golongan tertentu ataupun untuk menyerang secara sporadis lawan bermainnya. Disadari atau tidak,setidaknya system peperangan perpolitikan ala dunia cyber,nampaknya sudah mampu membius para penselancar dunia ini. Akan tetapi,agaknya etika politik didalamnya kurang diperhatikan penuh oleh pelaku peperangan ini. Entah disebabkan oleh masih lemahnya hukum terhadap pelanggar dunia cyber atau kurang fahamnya kita pada apa itu etika berpolitik. Meskipun dalam dunia maya,hendaknya kita memikirkan apa yang kita lakukan dalam kegiatan dunia maya.

Dalam dunia politik, etika sangatlah penting untuk di perhatikan.Perpolitikan yang sopan dan santun akan membawa kemaslahatan yang indah (meskipun tidak ada politik yang bersih). Sedangkan sebaliknya. Dimanapun,apapun bagaimanapun bentuk politik,jika tanpa etika,akan membawa menuju kehancuran.




Daftar Pustaka
Quail Mc. Danis., Teori Komunikasi Massa, edisi kedua, Prnerbit Erlangga, Jakarta, 1991
http://www.mengaisilmu.blogspot.com
http://www.kompas.com
http://www.facebook.com
http://www.blogger.com
http://www.tiwitter.com
http://www.topix.com

0 komentar:

Posting Komentar